Dahulu media massa Islam lebih open minded, tidak kaku dalam membangun wacana, mencerahkan, bahkan sebagiannya sangat ekstream. Misalnya bagaimana media "Mimbar" menyuguhkan rubrik khusus Kristologi pada tahun 60-an. Termasuk bagaimana media massa Islam dulu sangat terbiasa dengan idiologi-idiologi kiri dan nasionalis. Islamsebagai ajaran boleh jadi punya rujukan yang sama, Al-Quran dan Al-Hadits, meski tafsir terhadap keduanya menghadirkan pemahaman yang beragam. Tetapi Islam sebagai kebudayaan dan peradaban menampilkan wajah yang lebih kompleks lagi. Terminologi 'Dunia Islam' mengandung kompleksitas itu, interpretasi Islam dalam konteks ruang dan waktu dengan segala problem serta dinamikanya. Inilahgambaran dari usaha untuk meraih masa depan yang lebih baik atau bahagia. Kamu harus berusaha merubah apa yang terjadi pada hari ini, esok dan selanjutnya menjadi lebih baik. Tak apa bersakit-sakit dahulu, sebab kamu akan memanen hasilnya di suatu hari kelak. Percayalah bahwa apa yang kamu usahakan tak akan pernah sia-sia. menyambutbaik hadirnya buku Islam dan Masa Depan Dunia: Politik dan Ekonomi. MODEL KEBIJAKAN FISKAL DALAM TINJAUAN SISTEM EKONOMI ISLAM 273 SUMADI (ITB AAS Indonesia) 273 Tentang Penulis 287. . MASA DEPAN ISLAMOleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-AlbaniAllah Subhanahu wa Taโ€™ala ุงู„ู‘ูŽุฐู‰ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽู‡ู ุจูุง ู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุฏููŠู’ู†ู ุงู„ู’ู’ุญูŽู‚ู‘ู ู„ููŠูุธู’ู‡ูุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฏู‘ูููŠู’ู†ู ูƒูู„ู‘ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููˆู’ู† โ€œDia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk Al-Qurโ€™an dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukaiโ€. [At-Taubah/9 33].Kita patut merasa gembira dengan janji yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Taโ€™ala melalui firman-Nya itu, bahwa Islam dengan kearifan dan kebijkasanaannya mampu mengalahkan agama-agama lain. Namun tidak sedikit yang mengira bahwa janji tersebut telah terwujud pada masa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, masa Khulafaur Rasyidin, dan pada masa-masa khalifah sesudahnya yang bijaksana. Padahal kenyataannya tidak demikian. Yang sudah terealisasi saat itu hanyalah sebagian kecil dari janji di atas, sebagaimana di isyaratkan oleh Rasul Shallallahu alaihi wa sallam, melalui sabdanya ู„ุงูŽูŠูŽุฐู’ ู‡ูŽุจู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุนู’ุจูŽุฏูŽ ุงู„ู„ุงู‘ูŽุชูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุนูŽุงุกูุดูŽุฉู ูŠูŽุง ุฑูŽุณูู„ููˆู’ุงู„ู„ู‡ู ุงูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชู ู„ุงูŽุธูู†ู‘ูุฌููŠู’ู†ูŽ ุงูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู‡ููˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ู’ุงูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ุจูุง ู„ู’ู‡ูุฏู‰ ูˆูŽุฏููŠู†ู ุงู„ุฌูŽู‚ู‘ูู ู„ููŠูุธู’ู‡ูุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐู ูŠู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูู‡ ูˆูŽู„ูŽูˆูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ู’ู…ูุดูู’ุฑููƒููˆู†ูŽ , ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฐ ู„ููƒูŽ ุชูŽุงู…ู‘ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูู†ู’ ุฐู„ููƒูŽ ู…ูŽุงุดูŽุงุกูŽุงู„ู„ู‡ู. ุงูŽู„ุฌุฏูŠุซโ€œMalam dan siang tidak akan sirna sehingga Al-Lata dan Al-Uzza telah disembah. Lalu Aisyah bertanya Wahai Rasul, sungguh aku mengira bahwa tatkala Allah menurunkan firman-Nya โ€œDia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk Al-Qurโ€™an dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai, hal ini itu telah sempurna realisasinyaโ€. Beliau menjawab โ€œHal itu akan terealisasi pada saat yang ditentukan oleh Allahโ€.Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam-Imam yang lain. Saya telah mentakhrijnya di dalam kitab saya Tahdzirus Sajid Min Ittkhadzil Qubur Masajida [Peringatan Bagi Yang Sujud Untuk Tidak Menjadikan Makam Sebagai Masjid, hal 122].Banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan masa kemenangan Islam dan tersebarnya ke berbagai penjuru. Dari hadits-hadits itu tidak diragukan lagi bahwa kemenangan Islam di masa depan semata-mata atas izin pertolongan dari Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, dengan catatan harus tetap kita perjuangkan, itu yang penting. Berikut ini akan saya tampilkan beberapa hadits yang saya harapkan dapat membakar semangat para pejuang Islam dan dapat dijadikan argumentasi untuk menyadarkan mereka yang fatalis tanpa mau berjuang sama ุงูŽ ู’ู„ุงูŽูˆู‘ูŽูŽู„ู ,, ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฒูŽูˆู‰ , ุงูŽู‰ู’ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ูˆูŽุถูŽู…ู‘ูŽ ู„ูู‰ูŽ ุงู’ู„ุงูŽุฑู’ุถู ููŽุฑูŽุงูŽูŠู’ุชูŽ ู…ูŽุดูŽุงุฑูู‚ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุบูŽุงุฑู ุจูŽู‡ูŽุง , ูˆูŽุงูู†ู‘ูŽ ุงูู…ู‘ูŽุชูู‰ ุณูŽูŠูŽุจู’ู„ูุบู ู…ูู„ู’ูƒูู‡ูŽุง ู…ูŽุงุฒูŽูˆู‰ ู„ูู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง . ุงู„ุญุฏูŠุซโ€œAllah Subhanahu wa Taโ€™ala telah menghimpun mengumpulkan dan menyatukan bumi ini untukku. Oleh karena itu, aku dapat menyaksikan belahan bumi Barat dan Timur. Sungguh kekuasaan umatku akan sampai ke daerah yang dikumpulkan diperlihatkan kepadaku ituโ€.Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim 8/171, Imam Abu Daud 4252, Imam Turmudzi 2/27 yang menilainya sebagai hadits shahih. Imam Ibnu Majah 2952 dan Imam Ahmad dengan dua sanad. Pertama berasal dari Tsaubah 5/278 dan kedua dari Syaddad bin Aus 4/132, jika memang haditsnya mahfuzh terjaga.Ada hadits-hadits lain yang lebih jelas dan luas yaitu ูฃ. ุงูŽู„ุซู‘ูŽุง ู†ูู‰ ,, ู„ูŽูŠูŽุจู’ู„ูุบูŽู†ู‘ูŽ ู‡ุฐูŽุง ุงู’ู„ุงูŽู…ู’ุฑู ู…ูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุงู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽู„ุงูŽูŠูŽุชู’ุฑููƒู ุงู„ู„ู‡ู ุจูŽูŠู’ุชูŽ ู…ูŽุฏูŽุฑู ูˆู‹ู„ุงูŽูˆูŽุจูŽุฑู ุงูู„ุงู‘ูŽุงูŽุฏู’ุฎูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ู‡ุฐูŽุง ุงู„ุฏู‘ูููŠู’ู†ูŽ , ุจูุนูุฒู‘ูุนูŽุฒููŠู’ุฒู , ุงูŽูˆู’ุจูุฐูู„ู‘ู ุฐูŽู„ููŠู’ู„ู , ุนูุฒู‘ู‹ุงูŠูุนูุฒู‘ูุงู„ู„ู‡ู ุจูู‡ู ุฃูŽู„ุงูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ , ูˆูŽุฐูู„ุงู‘ูŽูŠูุฐูู„ู‘ู ุจูู‡ู ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ,,โ€œSungguh agama Islam ini akan sampai ke bumi yang dilalui oleh malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan seluruh kota dan pelosok desa, kecuali memasukkan agama ini ke daerah itu, dengan memuliakan yang mulia dan merendahkan yang hina. Yakni memuliakan dengan Islam dan merendahkannya dengan kekufuranโ€.Hadits ini diriwayatkan oleh sekelompok Imam yang telah saya sebutkan di dalam kitab At-Tahdzir hal. 121. Sementara Imam Ibnu Hibban meriwayatkannya di dalam kitab Shahih-nya 1631, 1632. Sedang Imam Abu Arubah meriwayatkannya di dalam kitab Al-Muntaqa minat-Thabaqat 2/10/1.Tidak diragukan lagi bahwa tersebarnya agama Islam kembali kepada umat Islam sendiri. Oleh karena itu mereka harus memiliki kekuatan moral, material dan persenjataan hingga mampu melawan dan mengalahkan kekuatan orang-orang kafir dan orang-orang durhaka. Inilah yang dijanjikan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa ุงูŽู„ุซูŽู‘ ู„ูุซู ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ู‚ูุจูŽูŠู’ู„ู ู‚ูŽู„ูŽ ูƒูู†ู‘ูŽุงุนูู†ู’ุฏูŽ ุนูŽุจู’ุฏูุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆุจู’ู†ู ุงู„ุนูŽุงุตููŠู’ , ูˆูŽุณูุกูู„ ุงูŽูŠู‘ู ุงู’ู„ู…ูŽุฏููŠู’ู†ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุชููู’ุชูŽุญู ุงูŽูˆู‘ูŽู„ุงู‹ ุŸ ุงูŽู„ู’ู‚ูุณู’ุทูŽู†ูุทููŠู’ู†ููŠู‘ูŽุฉู ุงูŽูˆู’ุฑููˆู’ู…ููŠู‘ูŽุฉู ุŸ ููŽุฏูŽุนูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูุงู„ู„ู‡ู ุจูุตูู†ู’ุฏููˆู’ู‚ู ู„ูŽู‡ู ุฎูŽู„ู’ู‚ูŒ , ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุงูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูƒูุชูŽุงุจู‹ุง , ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽุจู’ุฏูุงู„ู„ู‡ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุงู†ูŽุญู’ู†ู ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ุฑูŽุณู ุงู„ูู„ู‘ู‘ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ,, ู…ูŽุฏููŠู’ู†ูŽุฉู ู‡ูุฑูŽู‚ู’ู„ูŽ ุชููู’ุชูŽุญู ุงูŽูˆู‘ูŽู„ู‹ , ูŠูŽุนู’ู†ูู‰ ู‚ูุณู’ุทูŽู†ู’ุทูู†ููŠู‘ูŽุฉูŽ ,,โ€œHadits ini diriwayatkan oleh Abu Qubai. Ia menuturkan โ€œPada suatu ketika kami bersama Abdullah Ibnu Amer Ibnu Al-Ash. Dia ditanya tentang mana yang akan terkalahkan lebih dahulu, antara dua negeri. Konstantinopel atau Rumawi. Kemudian ia meminta petinya yang sudah agak lusuh. Lalu ia mengeluarkan sebuah kitab.โ€ Abu Qubail melanjutkan kisahnya Lalu Abdullah menceritakan [1] โ€œSuatu ketika, kami sedang menulis di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Tiba-tiba beliau ditanya โ€œMana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Rumawi ?. โ€ Beliau menjawab โ€œKota Heraclius-lah yang akan terkalahkan lebih duluโ€. Maksudnya adalah Konstantinopelโ€.Hadit ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad II/176, Ad-Darimi I/126, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Muhson II/47, 153, Abu Amer Ad-Dani di dalam As-Sunanul Waridah fil-Fitan hadits-hadits tentang fitnah, Al-Hakim III/422 dan IV/508 dan Abdul Ghani Al-Maqdisi dalam Kitabul Ilmi II/30. Abdul Ghani bahwa hadits ini hasan sanadnya. Sedangkan Imam Hakim menilainya sebagai hadits shahih. Penilaian Al-Hakim itu juga disetujui oleh Imam Rumiyyah dalam hadits di atas maksudnya adalah Roma, ibu kota Italia sekarang ini, sebagaimana bisa kita lihat di dalam Muโ€™jamul Buldan Ensiklopedi Negara.Sebagaiman kita ketahui, bahwa kemenangan pertama ada di tangan Muhammad Al-Fatih Al-Utsmani. Hal itu terjadi lebih dari delapan ratus tahun setelah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyabdakan hadits di atas. Kemenangan keduapun akan segera terwujud atas seizin Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, sebagaimana ู†ูŽุจูŽุฃู‡ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุญููŠู’ู†ูโ€œDan sesungguhnya kamu akan mengetahui kebenaran berita Al-Qurโ€™an setelah beberapa waktu lagiโ€. [Shaad/38 88]Tidak diragukan lagi bahwa kemenangan kedua mendorong adanya kebutuhan terhadap Khalifah yang tangguh. Hal inilah yang telah diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melalui ุงูŽู„ุฑู‘ูŽุจูุนู’ ,, ุชูŽูƒููˆู’ู†ู ุงู„ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽ ุฉู ููŽูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูŽุงุดูŽุงุงู„ู„ู‘ู‡ ุงูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ูŽุงุงู„ู„ู‘ู‡ู ุงูŽุฐูŽุดูŽุงุกูŽุงูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ูŽุง , ุซูู…ู‘ูŽ ุชูŽูƒููˆู’ู†ู ุฎูู„ุงูŽููŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ู‡ูŽุงุฌู ุงู„ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽ ุฉู , ููŽ ุชูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูŽุงุดูŽุงุงู„ู„ู‘ู‡ู ุงูŽู†ู’ ุชูŽูƒุซูˆู’ู†ู , ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ูŽุง ุงูุฐูŽุงุดูŽุงุกูŽุงูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ูŽุง . ุซูู…ู‘ูŽ ุชูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูŽู„ููƒู‹ุง ุนูŽุงุถู‹ุง ููŽูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูŽุงุดูŽุงุกูŽุงู„ู„ู‘ู‡ู ุงูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ , ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฑู’ููŽุนูู‡ูŽุง ุงูุฐูŽุดูŽุงุกูŽุงู„ู„ู‘ู‡ู ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ููŽุนูŽู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ุชูŽูƒููˆู’ู†ู ุฎูู„ุงูŽููŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ู‡ูŽุงุฌู ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽุฉู , ุซูู…ู‘ูŽ ุณู’ูƒูŽุชูŽโ€œKenabian telah terwujud di antara kamu sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Dia akan menghilangkannya sesuai dengan kehendak-Nya, setelah itu ada Khilafah yang sesuai dengan kenabian tersebut, sesuai dengan kehendak-Nya pula. Kemudian Dia akan menghapusnya juga sesuai dengan kehendak-Nya. lalu ada Raja yang gigih berpegang teguh dalam memperjuangkan Islam, sesuai dengan kehendak-Nya. Setelah itu ada seorang Raja diktator bertangan besi, dan semua berjalan sesuai dengan kehendak-Nya pula. Lalu Dia akan menghapusnya jika menghendaki untuk menghapusnya. Kemudian ada Khilafah yang sesuai dengan tuntunan Nabi. Lalu Dia diamโ€.Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad IV/273. Kami mendapatkan riwayat dari Sulaiman bin Dawud Ath-Thayalisi, juga dari Dawud bin Ibrahim Al-Wasithi, Hubaib bin Salim, dan Nuโ€™man bin Basyir yang mengisahkan, โ€œkami sedang duduk di masjid. Basyir adalah seorang yang sering menyembunyikan haditsnya. Lalu datanglah Abu Tsaโ€™labah Al-Khasyafi dan bertanya Wahai Basyir bin Saโ€™id, apakah engkau menghafal hadits Rasul tentang Umara ? Tetapi kemudian, Khudzaifahlah yang justru menjawab โ€œSaya menghafal khutbahnyaโ€.Mendengar itu kemudian Abu Tsaโ€™labah duduk, sementara Khudzaifah selanjutnya meriwayatkan hadits itu secara marfuโ€™.Hubaib mengomentarai dengan menceritakan โ€œTatkala Umar bin Abdul Aziz mulai tampil dan saya mengetahui bahwa Yazid bin Nuโ€™am bin Basyir menjadi pengikutnya, maka saya menulis surat kepadanya, berisikan tentang hadist ini. Saya memperingatkan dengan mengatakan kepadanya Saya berharap agar beliau Umar bin Abdul Aziz benar-benar bisa menjadi Amirul Muโ€™minin setelah adanya raja yang gigih memperjuangkan agama sebelum dia naik tahta. Lalu surat saya itu disampaikan kepada Umar bin Abdul Aziz. Dia merasa gembira dan sanad Ahmad, hadist itu juga dirwayatkan oleh Al-Hafidzh Al-Iraqi di dalam Mahajjatul-Ghurab ila Mahabbatil-Arab II/17. Selanjutnya Al-Hafidz mengatakan โ€œStatus hadits ini shahih. Ibrahim bin Dawud Al-Wasithi dinilai tsiqah baik akhlaknya dan kuat ingatannya oleh Abu Dawud, Ath-Thayalisi dan Ibnu Hibban. Sedangkan perawi-perawi yang lain bisa dibuat hujjah di dalam menetapkan hadits shahihโ€.Yang dimaksud Al-Hafidzh ini adalah yang terdapat di dalam kitab Shahih Muslim, tetapi mengenai Hubaib oleh Al-Bukhari dinilainya dengan โ€œfihi nadharunโ€ ungkapan yang menunjukkan masih diragukannya keabsahan seorang perawi. Sedanglan Ibnu Addi mengatakan Dalam matan hadits yang diriwayatkannya Hubaib tidak terdapat hadits munkar hadits yang ditolak, tetapi ia telah memutarbalik sanadnya mudhtharib. Akan tetapi Abu Hatim, Abu Dawud dan Ibnu Hibban menilainya tsiqah. Oleh karena itu, setidak-tidaknya nilai haditsnya adalah hasan. Bahkan Al-Hafidzh menialinya La baโ€™sa bihi Lafazh taโ€™dil tingkat ke empat. Perawi yang dinilai dengan lafazh pada tingkat ini haditsnya bisa dipakai, tetapi harus dilihat kesesuainya dengan perawi-perawi lain yang dhabit kuat ingatannya, sebab lafazh itu tidak menunjukkan ke-dhabit-an seorang perawi. penerjemah.Hadits yang senada Asy-Syahid disebutkan di dalam musnad karya Ath-Thayalis Nomor 438 โ€œSaya diberi riwayat oleh Dawud Al-Wasithi -ia adalah orang yang tsiqah-, ia menceritakan โ€œSaya mendengar hadits itu dari Hubaib bin Salim. Tetapi dalam matan hadits tersebut ada yang tercecer matannya. Tapi kemudian ditutup dilengkapi dengan hadits dari Musnad di dalam kitabnya Al-Majmaโ€™ V/189 menjelaskan โ€œHadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, sedangkan Al-Bazzar juga meriwayatkan, namun lebih sempurna lagi. Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan sebagian dalam kitabnya Al-Ausath dan perawi-perawinya adalah tsiqahโ€.Dengan demikian menurut saya, kecil sekali kemungkinannya hadits tersebut diriwayatkan oleh Umar bin Abdul Aziz, sebab masa pemerintahannya adalah setelah masa Khulafaur Rasyidin, yang jaraknya setelah dua masa pemerintahan dua orang raja. [2].Selanjutnya hadits yang berisi tentang berita gembira dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengenai kembalinya kekuasaan kepada kaum Muslimin dan tersebarnya pemeluk Islam di seluruh penjuru dunia hingga dapat membantu tercapainya tujuan Islam dan menciptakan masa depan yang prospektif dan membanggakan hingga meliputi bidang ekonomi dan pertahanan. Hadits yang dimaksud adalah sabda Nabi Shallallahu alaihi wa ุงูŽู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู ู„ุงูŽุชูŽู‚ููˆู’ู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุญูŽุชู‘ู‰ ุชูŽุนููˆู’ุฏูŽุงูŽุฑู’ุถู ุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุจู ู…ูุฑูŽู‚ูŽ ุฌู‹ุง ูˆูŽุงูŽู†ู’ู‡ูŽุงุฑู‹ุงโ€œHari kiamat tidak akan terjadi sebelum tanah Arab menjadi tanah lapang yang banyak menghasilkan komoditas penting dan memiliki pengairan yang memadaiโ€.Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim 3/84, Imam Ahmad 2/703, 417, dan Imam Hakim 4/477, dari hadits Abu gembira itu mulai terealisasi di beberapa kawasan Arab yang telah diberi karunia oleh Allah berupa alat-alat untuk menggali sumber air di dalam gurun pasir. Di sana bisa kita lihat adanya inisiatif untuk mengalirkan air dari sungai Eufrat ke Jazirah Arab. Saya membaca berita ini dari beberapa surat kabar lokal. Hal itu mungkin akan menjadi kenyataan. Dan selang beberapa waktu kelak, akan benar-benar terwujud dan bisa kita yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan masalah ini adalah sabda Nabi Shallallahu alaihi wa ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฒูŽู…ูŽุงู†ูŒ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ุดูŽุฑูŒู‘ ู…ูู†ู’ู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽู„ู’ู‚ูŽูˆู’ุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู’โ€œTidak akan datang kepadamu suatu masa, kecuali masa sesudahnya akan lebih buruk, sampai kalian bertemu dengan Tuhanmu, yakni datangnya kiamatโ€.Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Al-Fitan, dari hadits Anas, secara marfuโ€™.Hadits ini selayaknya dipahami dengan membandingkan hadits-hadits lain yang terdahulu dan hadits lain yang ada hubungannya. Seperti halnya hadits-hadits tentang Al-Mahdi dan turunnya Nabi Isa Alaihis sallam. Hadits-hadits itu menunjukkan bahwa hadits ini tidak mempunyai arti secara umum, tetapi mempunyai arti khusus sempit. Oleh karena itu, kita tidak boleh memahaminya secara umum apa adanya, sehingga menimbulkan keputusasaan yang merupakan sifat yang harus dibuang jauh dari orang mukmin. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ ุงุฐู’ู‡ูŽุจูุคุง ููŽุชูŽุญูŽุณู‘ูŽุณูุคุง ู…ูู†ู’ ูŠูุคุณูููŽ ูˆูŽุฃุฎููŠู’ู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽุชูŽุงูŠู’ุกูŽุณูุคุง ู…ูู†ู’ ุฑู‘ูŽุคุญู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุฅู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุงูŠู’ุกูŽุณูุคุง ู…ูŽู†ู’ ุฑู‘ูŽุคุญู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุฅู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุคู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑูุคู†ูŽโ€œHai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafirโ€. [Yusuf/12 87].Saya senantiasa memohon ke haribaan Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, semoga Dia berkenan menjadikan kita sebagai orang-orang yang benar-benar mukmin.[Disalin dari buku Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah wa Syaiun Min Fiqhiha wa Fawaaidiha, edisi Indonesia Silsilah Hadits Shahih dan Sekelumit Kandungan Hukumnya, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal 17-24, terbitan CV Pustaka Mantiq, penerjemah Nur] _______ Footnote [1] Perkataan Abdullah ini juga diriwayatkan oleh Abu Zurโ€™ah di dalam bukunya Tarikhu Damsyiq Sejarah Damaskus I/96. Di situ juga ditunjukkan bahwa hadits tersebut juga ditulis pada masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam [2] Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani di dalam kitabnya Al-Ausath yang bersumber dari Muaโ€™adz bin Jabal secara marfuโ€™ adalah dhaโ€™if. Bunyinya adalah โ€œTiga puluh kenabian dan satu orang raja, dan tiga puluh raja dan satu Jaburut raja bertangan besi sedangkan setelah itu tidak ada kebaikan sama sekaliโ€.

masa depan dunia menurut islam